7 Cara Mengatasi Sayangnya Kamera Telah Berhenti di Android Work 100%

7 Cara Mengatasi Sayangnya Kamera Telah Berhenti di Android Work 100%

 

7 Cara Mengatasi Sayangnya Kamera Telah Berhenti di Android Work 100%


Bagi kamu yang sering mengalami masalah seperti kamera error, tidak bisa dibuka lalu muncul pop up seperti “Sayangnya Kamera Telah Berhenti”atau "Unfortunately, Camera Has Been Stopped", tentunya hal ini bikin emosi dan marah.

Maka dari itu, disini saya akan bahas 7 Cara Mengatasi “Sayangnya Kamera Telah Berhenti” di Android agar kamera ponsel android anda kembali berjalan sehingga bisa digunakan normal kembali untuk foto-foto dan selfie, ini dia :

7 Cara Mengatasi “Sayangnya Kamera Telah Berhenti” di Android


1. Update OS Android


Salah Satu urusan atau teknik yang dapat dilakukan andai terjadi error itu dengan teknik melakukan pembaruan (Update) pada OS Android. Tentu andai kita memakai OS yang baru otomatis sekian banyak  pembaruan terhadap Bug sudah d atasi.

Caranya mengerjakan pembaruan juga terbilang mudah, kamu lumayan masuk ke pengaturan lantas cari mengenai ponsel (About Phone) kemudian Update System (System Update). walaupun dengan teknik ini kamu memerlukan jaringan untuk mengunduh data baru tersebut.

2. Hapus Data Aplikasi Kamera


Cara Mengatasi Sayangnya Kamera Telah Berhenti yaitu adanya kekeliruan yang berasal dari software kamera tersebut sendiri. Seperti galat kamera atau tidak merespon, bila dimurnikan akan menghilangkan masalah tersebut.

3. Restart pulang Smartphone


Metode terbaik serta termudah untuk teknik mengatasi kamera android yang tidak bermanfaat yakni dengan reboot. Karena proses restart Smartphone Android akan membetulkan terjadinya error-error kecil. Dan sekaligus menyegarkan kinerja android tersebut sendiri.

Berdasarkan keterangan dari saya individu dengan menggunakan teknik ini lumayan ampuh sebagai Cara Mengatasi Sayangnya Kamera Telah Berhenti di smartphone kamu.

4. Menonaktifkan dan Mengaktifkan Kembali Kamera Smartphone


Cara ini pun lumayan ampuh untuk membetulkan kamera android yang mendarat tiba hang dan error sebab pada dasarnya semua software yang berlangsung pada smartphone kamu dapat dinonaktifkan dan pulang diaktifkan.

Dengan teknik ini anda seperti merestart software kamera pada HP android anda supaya fitur kamera itu kembali normal, simak metodenya berikut ini

Masuk ke setting/pengaturan tap apps/aplikasi tap seluruh app yang sedang berlangsung tap software kamera dan non aktifkan sesaat lantas aktifkan kembali. Selesai

5. Hapus Aplikasi Kamera Lain Yang Terpasang


Jika Kamera android Kamu merasakan Blank atau berwarna hitam, urusan tersebut dapat terjadi sebab ada beberapa software kamera yang Kamu instal melewati pihak ketiga sampai terjadi benturan antara software kamera bawaan pabrik dan yang kamu instal.

Meskipun software tersebut kompatibel dengan OS Android Kamu tapi barangkali tidak dengan hardware kamera di smartphone kamu. Jika begitu Kamu dapat mencoba menghapus software kamera beda tersebut.

6. Tutup Aplikasi Lain yang sedang Berjalan


Jika Kamu hendak menggunakan Kamera, terdapat baiknya Kamu menghentikan software lain yang sedang berlangsung di belakang layar (Backround).

Kenapa mesti dengan menghentikan Aplikasi, sebab tujuan dari urusan itu untuk menyerahkan dan meringankan beban Ram dan melulu tertuju kepada software kamera yang di buka.

7. Factory Reset atau Hard Reset Android


Cara ini ialah langkah terakhir andai semua teknik di atas masih belum bisa. Cara ini terbilang paling resiko sebab akan menghapus sekian banyak data yang terdapat pada Smartphone android Kamu, jadi terdapat baiknya sebelum mengerjakan Factory Reset Kamu membackup data yang urgen - penting.

Tujuan dari Factory Reset ini yaitu membalikkan Smartphone Kamu pulang ke suasana Pabrik.

Caranya juga terbilang mudah, kamu melulu perlu masuk ke pengaturan, Kemudian cari backup dan reset, kemudia pilih Factory Reset. guna Semua Smartphone mungkin metodenya berbeda, tapi lokasinya tetap sama yakni di pengaturan.

Nah, itulah Terbaru! 7 Cara Mengatasi “Sayangnya Kamera Telah Berhenti” di Android. Semoga tips dari saya dapat berfungsi dan anda dapat tersenyum kembali sebab sudah dapat mengabadikan moment berharga lagi memakai kamera smartphone favorit kamu.

Contoh Makalah Psikologi Agama Wawancara Materi Hubungan Kesehatan Mental Dengan Agama

Contoh Makalah Psikologi Agama Wawancara Materi Hubungan Kesehatan Mental Dengan Agama

 

Hasil wawancara dengan narasumber

Biografi Narasumber 1

 

Nama :

Tempat tanggal lahir :

Pekerjaan :

 

1. Menurut saudara apa itu defenisi kesehatan mental ?

Yaitu ketika kondisi batin seorang dalam keadaan tentram

2. Menurut saudara apa yang mempengaruhi faktor kesehatan mental ?

Banyak sekali contoh nya faktor pada keluarga, teman, bahkan lingkungan sendiri

3.Bagaimana cara menjaga kesehatan mental pada pandemi menurut saudara?

Contoh nya dengan selalu bersyukur dan harus punya rasa sabar yang kuat

 

Biografi Narasumber 2

 

Nama :

Tempat tanggal lahir :

Pekerjaan :

1. Apa hubungan agama dan kesehatan mental menurut saudara ?

Yaitu terletak pada rasa penyerahan diri dan rasa bersukur kita kepada ALLAH SWT

2. Menurut saudara apa yang menyebabkan gangguan mental ?

Trauma akibat sesuatu peristiwa yang dialami suatu individu

3. Bagaimana cara menjaga kesehatan mental pada anak yang terkena serangan

mental/bully menurut saudara?

Dengan mensuport nya dan mengajari nya mana yang baik dan mana yang buruk atau

lebih tepat nya dibimbing dengan baik

 

 

 

 

Materi Refrensi

Defenisi Kesehatan Mental

Kesehatan mental adalah dengan mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari, kesehatan mental seseorang dapat ditandai dengan kemampuan orang tersebut dalam penyesuaian diri dengan lingkungannya, mampu mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sendiri semaksimal mungkin untuk menggapai ridho Allah SWT, serta dengan mengembangkan seluruh aspek

kecerdasan, baik kesehatan spiritual, emosi maupun kecerdasan intelektual Pengertian agama menurut J.H. Leuba, (dalam Sururin, 2004:4). agama adalah cara bertingkah laku, sebagai system kepercayaan atau sebagai emosi yang bercorak khusus. Sedangkan definisi agama menurut Thouless adalah hubungan praktis yang dirasakan dengan apa yang dia percayai sebai mahluk atausebagai wujud yang lebih tinggi dari manusia.

Kesehatan mental adalah terhindarnya seseorang dari keluhan dan gangguan mental baik berupa neurosis maupun psikosis (penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial). Kesehatan mental adalah terhindarnya seseorang dari gangguan dan penyakit jiwa.

Faktor Yang Mempengaruhi Kesehatan Mental

Menurut Daradjat (2001:9) faktor-faktor yang mempengaruhi Kesehatan mental itu secara garis besar ada dua yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal ini antara lain meliputi: kepribadian, kondisi fisik, perkembangan dan kematangan, kondisi psikologis, keberagamaan, sikap menghadapi problema hidup, kebermaknaan hidup, dan keseimbangan dalam berfikir. Adapun yang termasuk faktor eksternal antara lain: keadaan sosial, ekonomi, politik, adat kebiasaan, lingkungan, dan sebagainya.

 

Faktor internal merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan mental, terutamanya adalah faktor biologis. Beberapa faktor biologis yang secara langsung berpengaruh terhadap kesehatan mental, diantaranya: otak, system endrokin, genetika, sensori, dan kondisi ibu selama hamil. Sedangkan factor psikologis merupakan aspek psikis manusia yang pada dasarnya adalah satu-kesatuan dengan sistem biologis.

Faktor eksternal juga merupakan faktor yang tidak kalah penting dalam mempengaruhi kesehatan mental seseorang, diantarnya adalah stratifikasi sosial, interaksi sosial, lingkungan baik lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat yang diadalamnya juga terkandung lingkungan tempat tinggal yang ia diami atau tempati (Muhyani, 2012:51). Jadi kesehatan mental itu dipengarui oleh faktor dalam dan luar diri seseorang sehingga keduanya mempunyai posisi yang sangat kuat dalam kehidupan manusia.

 

Menjaga Kesehatan Mental Pada Pandemi

Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental di masa pandemi yaitu dengan melakukan penyesuaian diri dengan apa yang terjadi di lingkungan sekarang. Penyesuaian diri perlu dilakukan untuk mendapatkan keharmonisan dan keselarasan antara tuntutan lingkungan dengan tuntutan di dalam diri. Yang mana bahwa seseorang harus menerima hal-hal ketika ia tidak mempunyai kontrol akan keadaan. Penyesuaian diri yang baik diukur dari seberapa baik seseorang mengatasi setiap perubahan yang terjadi dalam hidupnya. Penyesuaian diri adalah aspek mental penting dan sangat berkaitan dengan keyakinan seseorang terhadap kemampuan diri dalam mengendalikan berbagai rintangan dan menggunakan potensi diri. Dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan, masalah, maupun hal-hal baru diperlukan sebuah proses serta usaha dan apabila kita gagal dalam menyesuaikan diri tentu saja dapat menimbulkan kesehatan mental yang terganggu dan berujung pada stres.

 

Menjaga kesehatan mental dengan cara melakukan penyesuaian diri bisa diawali oleh menumbuhkan mindset dan motivasi. Di masa pandemi sekarang mahasiswa dihadapkan dengan yang namanya kuliah daring. Namanya saja daring, jelaslah suasana yang sangat berbeda dari kuliah biasanya dimana kita bisa mendengarkan materi secara langsung dan bertatap muka dengan dosen pemateri. Suasana yang berbeda itu pula dapat menimbulkan motivasi yang menurun. Walau terkesan lebih santai, kemungkinan timbulnya stres tetap saja tidak bisa diindahkan. Pemahaman materi saat kuliah daring dirasa lebih lamban dan tidak sepenuhnya masuk ke memori serta pikiran. Belum lagi jikalau kita dihadapkan dengan kendala peliknya bermedia online seperti faktor device yang tidak memadai dan jaringan yang tidak stabil. Hal-hal seperti itulah yang menjadi faktor menurunnya mood serta motivasi berujung dengan kemungkinan pikiran negatif seperti menyalahkan diri sendiri, merasa bodoh, dan sebagai.

Pikiran-pikiran tersebutlah yang dapat menimbulkan stres, namun kembali lagi dengan mindset di masing-masing individu. Kita harus berusaha menghindari perasaan dan pemikiran negative tersebut, belajar menerima keadaan dan mengikuti arus ‘jalani saja’. Aspek religiusitas juga sangat membantu dalam membangun mindset/motivasi dalam menghindari stress

 

Hubungan Agama Dengan Kesehatan Mental

Hubungan agama dan kesehatan mental telah banyak ditelusuri dari zaman kuno yang masih menganggap suatu penyakit sebagai intervensi makhluk gaib, hingga zaman modern yang menggunakan alat medis dalam mendiagnosa adanya suatu penyakit. Masyarakat modern pada saat ini memandang bahwa penyakit hanya akan terdiagnosis apabila muncul gejala-gejala biologis. Teknologi yang telah mengalami kemajuan pada saat ini membawa manusia kepada keyakinan bahwasannnya suatu penyakit muncul hanya karena faktor fisik saja.

 

Pengertian agama menurut J.H. Leuba, (dalam Sururin, 2004:4). agama adalah cara bertingkah laku, sebagai system kepercayaan atau sebagai emosi yang bercorak khusus. Sedangkan definisi agama menurut Thouless adalah hubungan praktis yang dirasakan dengan apa yang dia percayai sebai mahluk atausebagai wujud yang lebih tinggi dari manusia. Kesehatan mental adalah terhindarnya seseorang dari keluhan dan gangguan mental baik berupa neurosis maupun psikosis (penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial). Kesehatan mental adalah terhindarnya seseorang dari gangguan dan penyakit jiwa.

 

Penyebab Gangguan Mental

Sebagian besar manusia yang memiliki gangguan mental adalah ketika pada masa remaja. Pada saat remaja, fase perkembangan sudah dimulai untuk beranjak menjadi dewasa. Perubahan emosi yang dimiliki membuat usia remaja mencoba mengontrol segala emosi yang terdapat di dalam dirinya dengan benar tetapi masih belum bisa mengelola dengan baik dari segi kedewasaan untuk mengontrol emosi sehingga memiliki suatu tekanan serta ketegangan emosi. Pada saat usia remaja, mulai mencari tahu bagamana cara menyesuaikan diri dari lingkungan disekitar.

Mulai memiliki pola pikir dan perilaku yang baru. Apabila tidak dikelola dengan benar, akan menyebabkan salah satunya depresi. Depresi sangat rentan bagi usia remaja seperti yang diakibatkan oleh kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orang tua juga akibat dari Tindakan kekerasan oleh orang tua atau orang di sekitarnya, di bully oleh teman atau tidak memiliki teman dan juga pelecehan seksual. Hal itu juga bisa terjadi mulai dari usia balita. Akibat dari bentuk tersebut, membuat manusia pada usia remaja menjadi mengalami ketraumaan dan sensitif. Karena segala pengaruh yang diberikan oleh orang sekitar, menjadikan dampak bagi seorang diri manusia dan bisa selamanya melekat

Kesehatan mental merupakan komponen mendasar dari definisi kesehatan. Kesehatan mental yang baik memungkinkan orang untuk menyadari potensi mereka, mengatasi tekanan kehidupan yang normal, bekerja secara produktif, dan berkontribusi pada komunitas mereka. Gangguan mental menurut WHO, terdiri dari berbagai masalah, dengan berbagai gejala. Namun, mereka umumnya dicirikan oleh beberapa kombinasi abnormal pada pikiran, emosi, perilaku dan hubungan dengan orang lain

Menjaga Kesehatan Mental Pada Anak

Bullying sendiri dikategorikan sebagai perilaku antisosial atau misconduct behavior (Jenkins, 1995;Morton, 1999) dengan menyalahgunakan kekuatannya kepada korban yang lemah, baik secara individu atau kelompok dan biasanya terjadi berulang kali (Smith, Cousins & Stewart, 2005; Mongold, 2006). Bullying dapat dilakukan secara verbal, psikologis dan fisik (Kim, 2006).

Para ahli menyatakan bahwa school bullying mungkin merupakan bentuk agresifitas antar siswa yang memiliki dampak sangat negatif bagi korbannya, karena ketidakseimbangan kekuatan antara pelaku dan korban. Pelaku terlibat dalam perilaku menyakiti korban yang tidak bisa membela diri karena perbedaan fisik, kalah jumlah atau kurang kekuatan psikologis.

Dampak lain yang dialami oleh korban bullying adalah mengalami berbagai macam gangguan yang meliputi kesejahteraan psikologis yang rendah (low psychological well-being) dimana korban akan merasa takut, rendah diri, tidak nyaman, merasa tidak berharga, menarik diri dari pergaulan, penyesuaian sosial yang buruk dimana korban akan takut datang ke sekolah bahkan menolak untuk dating kesekolah, nilai akademik menurun karena sulit berkonsentrasi dalam belajar dan bahkan mempunyai keinginan untuk bunuh diri karena tidak kuat dalam menghadapi tekanan-tekanan.

 

Dampak dari bullying tidak hanya dirasakan oleh korban bullying, akan tetapi juga berimplikasi terhadap perlaku bullying. Dampak bullying berupa gangguan kesehatan mental. Sementara itu, terdapat dua pembagian bullying, mengacu pada media yang dilibatkan, yakni traditionalbullying dan cyberbullying. Keduanya merupakan sebuah tindakan agresi yang menyebabkan kerugian pada orang lain, yang biasanya dilakukan secara berulang dari waktu ke waktu, dan terjadi di antara individu yang hubungannya dicirikan oleh ketidakseimbangan kekuasaan Untuk tindakan prevensi dan intervensi terhadap bullying terdapat beberapa poin, yaitu:

(1) Mengenali dan menyadari bahwa permasalahan itu ada (Kowalski & Morgan,

2017).

(2) Selanjutnya menyusun program-program intervensi untuk menanggulangi kasus

yang telah terjadi (Kowalski & Morgan, 2017)

(3) Iklim kebaikan, kasih sayang, dan empati perlu ditekankan sebagai norma

(Kowalski, et al., 2012; Simon & Olson, 2014).

(4) Orangtua perlu terlibat aktif dalam penanggulangan dan penyelesaian masalah

bullying (Simon & Olson, 2014).

 

 

Daftar Pustaka

Abdul Hamid, AGAMA DAN KESEHATAN MENTAL DALAM PERSPEKTIF

PSIKOLOGI AGAMA, Jurnal Kesehatan Tadulako Vol. 3 No. 1, Januari 2017 : 1-84

Dian Furwasyih, Menjaga Kesehatan Mental Keluarga saat Pembatasan Sosial

Berskala Besar pada Masa Pandemi Covid-19, Vol 2 No 1 (2021): Jurnal ABDIMAS-

HIP

Dumilah Ayuningtyas1 , Misnaniarti, 21Marisa Rayhani1, Hubungan Religiositas dan

Kesehatan Mental pada Remaja Pesantren di Tabanan, Jurnal Masalah-Masalah

Sosial | Volume 10, No. 2 Desember 2019

Herlianita Cahyani, Muhammad Asikin, Henni Kumaladewi Hengky, FAKTOR –

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MASALAH KESEHATAN MENTAL PADA

NARAPIDANA NARKOBA DI RUTAN KELAS IIB SIDRAP, Vol. 1, No. 1

Januari 2020

INSAN, Komunitas SEHATI (Sehat Jiwa dan Hati) Sebagai Intervensi Kesehatan

Mental Berbasis Masyarakat, 2016, Vol. 1(2), 112-124 doi:

10.20473/JPKM.v1i22016.112-124

Kusumasari Kartika Hima Darmayanti, Farida Kurniawati Bullying di Sekolah:

Pengertian, Dampak, Pembagian dan Cara Menanggulanginya DOI

10.17509/pdgia.v17i1.13980 e.ISSN 2579-7700 p.ISSN 1693-5276

Maria Chelsea, Mengenal Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental, ISSN 2720-9431

Salsabila, N. A. (2021, January 1). Menjaga Kesehatan Mental di Masa Pandemi.

https://doi.org/10.31234/osf.io/rd4zf

Santoso, KESEHATAN MENTAL DALAM PERSPEKTIF PEKERJAAN SOSIAL ,

Vol 6, No 1 (2016)

Sulis Winurini, Hubungan Religiositas dan Kesehatan Mental pada Remaja Pesantren

di Tabanan, Volume 10, No. 2 Desember 2019

Cara Menggunakan Cheat Engine Dengan Penjelasannya

Cara Menggunakan Cheat Engine Dengan Penjelasannya

Cheat engine adalah sebuah aplikasi yang merubah suatu data yang ada pada dalam game nya atau bisa dikatakan hacking data pada sebuah game yang di opsi pada launch cheat enggine tersebut.

Cara Menggunakan Cheat Engine Dengan Penjelasannya


Cheat engine ini sangat efektif ibaratkannya tidak susah dan cara pengerjaannya juga simple tapi gunakan lah dengan bijak. Biasanya Cheat engine ini akan berjalan bila digunakan dengan cara yang tepat jika tidak tepat maka penggunaannya juga tidak berjalan lancar


Cheat engine biasanya hanya digunakan pada game offline sangat work apabila digunakan apalagi untuk memperbanyak uang dalam game. Namun jika digunakan pada game online apakah masi work untuk di kerjakan? Jawabannya Tidak karena sistem dari game online ialah transfer data ato apalah admin lupa yang intinya setiap login kedalam game maka data yang sebelum-belum nya masi tercatat. 


Misalkan koin/uang dalam game tersebut 1k maka jika kita berniat untuk merubahnya dari 1k ke 10k tidak akan berjalan dan bisa jadi eror pada game tersebut, tapi untuk cheat speed hack biasanya ya masi berguna digunakan tapi resiko ditanggung sendiri(banned)untuk caranya admin lupa mohon di maafkan


Nah untuk yang offline masi bisa digunakan berikut caranya akan admin jelaskan pada tulisan dibawah ini:


1. Sebelum itu jika yang tidak punya cheat enggine bisa di download di situs aslinya cheatengine.org atau disini
2. Jika sudah download dan instal nya maka buka cheat engine tersebut 
3. Step selanjutnya kalian pilih aplikasi game apa yang ingin kalian gunakan pada cheat enggine 
4. Step berikutnya kalian bisa lihat seperti value type tetap 4bytes dan scan type nya tetape exact value
5. Lalu jika kalian ingin menambahkan koin atau uang dalam tersebut salin berapa uang yang ada pada game tersebut misalnya 100 kalian cari 100 
6. Nah jika sudah kalian tinggal membelikan sesuatu atau menambah kan uang nya yang penting bergerak dari 100 ke 110 misalnya 
7. Jadi kalian cari 110 tersebut pada kolom value nya 
8. Next kalian pencet cursor merah yang kearah bawah lalu kalian ganti dengan jumlah yang kalian inginkan 

 

Asesmen Dalam Psikologi Materi

Asesmen Dalam Psikologi Materi

 Menilai atau melakukan asesmen merupakan bagian yang sangat
penting dalam konseling
 
Tujuan Asesmen
Fungsi asesmen dalam konseling memberikan pendekatan
yang sistematik untuk memperoleh dan mengorganisasi
informasi yang relevan tentang konseli
 
MENINGKATKAN HUBUNGAN KONSELOR DAN KONSELI DALAM
HAL PROSES ASESMEN:
 
1. Melancarkan proses pengumpulan informasi
2. Memungkinkan konselor membuat diagnosis yang akurat
3. Memfasilitasi perkembangan dari suatu rencana tindakan yang efektif
4. Menentukan tepat atau tidaknya seseorang untuk suatu program tindakan
tertentu
5. Menyederhanakan pencapaian sasaran dan pengukuran kemajuan
6. Meningkatkan wawasan (insight) mengenai kepribadian seseorang dan
mengklarifikasi konsep diri
 
7. Menilai lingkungan atau konteks
8. Meningkatkan konseling dan diskusi yang lebih terfokus dan relevan
9. Mengindasikan kemungkinan bahwa peristiwa tertentu akan terjadi, seperti sukses
dalam usaha okupasional atau akademik
10. Meningkatkan terjemahan dari minat, kemampuan dan dimensi kepribadian dalam
peristilahan okupasional
11. Menghasilkan opsi danalternatif
12. Memfasilitasi perencanaandan pembuatan keputusan
 
KOMPONEN ASESMEN
 
Interviu intake Riwayat hidup
Definisi masalah
 
INTERVIU RIWAYAT HIDUP
 
Dalam melakukan wawancara intake riwayat hidup ini, yang harus diperoleh
adalah:
q Data Identifikasi
q Presentasi Problem konseli
q Tatanan kehidupan konseli saat ini
q Riwayat keluarga
q Riwayat pribadi
q Deskripsi tentang konseli selama interviu
q Ringkasan dan rekomendasi
 
DATA IDENTIFIKASI
 
Nama
Alamat
No telepon
Umur
Jenis kelamin
Status pernikahan/sekolah
 
PRESENTASI PROBLEM OLEH KONSELI
 
Informasi yang harus diperoleh di sini, mencakup:
 Seberapa jauh masalah mengganggu fungsi sehari-hari
 Tingkah laku apa yang terlihat, pikiran, perasaan yang diasosiasikan
dengan masalah
 Seberapa sering muncul, sudah berapa lama, kapan mulai timbulnya
 Apakah ada pola tkejadian tertentu di sekitar timbulnya masalah, dengan
siapa, kapan terjadinya, apakah dapat diantisipasi?
 Apa yang menyebabkan konseli memutuskan untuk datang konseling?
 
TATANAN KEHIDUPAN KONSELI SAAT INI
 
Apa latar belakang dan konteks kehidupan sehari-hari konseli?
 aktivitas sosial, religius, rekreasi
 pekerjaan/pendidikan konseli
 budaya, etnik, religi, gaya hidup, usia, fisik
 
RIWAYAT KELUARGA
 
§ Usia ibu dan ayah, pekerjaan, pendidikan, deskripsi
kepribadian orang tua, peranan dalam keluarga, hubungan
orang tua, hubungan konseli dengan orang tua dan saudara
§ Nama dan usia saudara lain, pendidikan, pekerjaan, situasi
kehidupan
§ Deskripsi tentang stabilitas keluarga. Berapa kali pindah rumah
dan alasannya. à insight
 
RIWAYAT PRIBADI
 
q Riwayat medik: sakit yang biasa dari lahir sampai sekarang
q Riwayat pendidikan: dari kecil sampai sekolah menengah
dan sesudahnya. Kegiatan ekstrakurikuler, hubungan dengan
teman baik di sekolah maupun di luar sekolah
q Riwayat pekerjaan:
q Riwayat seksual dan marital
q Pengalaman dengan konseling
q Sasaran pribadi konseli dalam hidup
 
DESKRIPSI TENTANG KONSELI SELAMA INTERVIU
 
Observasi tentang konseli: penampilan fisik, pakaian, sikap tubuh, gerakan
tangan, ekspresi wajah, kualitas suara, ketegangan, bagaimana konseli
berelasi selama sesi, kesiapan jawaban konseli, motivasi, kehangatan, jarak
Alur berpikir: logis atau tidak
 
RIWAYAT DAN REKOMENDASI
 
Apakah ada hubungan antara masalah yang dipresentasi oleh
konseli dan riwayat hidupnya serta model konseling yang cocok
 
DEFINISI MASALAH
 
Berfokus pada eksplorasi terhadap cara konseli mempresentasikan problem
Tidak hanya masalah yang dipresentasikan pada awal (presenting problem)
tetapi masalah lain yang muncul
 
KOMPONEN-KOMPONEN MASALAH
 
qPerasaan yang diasosiasikan dengan masalah: kebingungan,
depresi, rasa marah, takut
qKognisi yang diasosiasikan dengan masalah: pikiran, keyakinan,
persepsi dan dialog internal/self talk, tingkah laku
qKeluhan fisik dan somatik
qaspek interpersonal dari masalah: efek pada orang yang
signifikan
 
POLA PERISTIWA
 
q Kapan masalah terjadi, di mana, dengan siapa
q Apa yang terjadi pada waktu masalah muncul
q Apa yang terjadi sebelum masalah muncul
q Tipikal apa yang terjadi ketika masalah muncul
q Apa yang membuat masalah menghilang
q Apa yang memperburuk masalah
 
LAMANYA/DURASI MASALAH
 
qSudah berapa lama masalah tersebut
qSeberapa sering terjadi
qBerapa lama berlangsung
qApa yang menyebabkan konseli meminta konseling pada saat ini
sehubungan dengan masalah yang dialami
qcara masalah mengganggu berfungsinya konseli
 
KETERAMPILAN COPING KLIEN
 
qKekuatan dan sumber daya yang dimiliki konseli:
q Cara menanggulangi masalah selama ini. Mana yang berhasil dan mana
yang tidak berhasil
q Cara konseli sukses mengatasi masalah
q sumber daya, kekuatan, sistem dukungan yang dimiliki konseli yang
dapat membantu usaha untuk perubahan
q Agama yang dipraktikkan konseli
 
KETERAMPILAN YANG DIASOSIASIKAN DENGAN ASESMEN
 
Keterampilan yang diperlukan untuk interviu intake dan
pendefinisian masalah adalah:
üAttending, baik verbal atau non verbal
üParaphrasing
üKeterampilan bertanya: Pertanyaan terbuka atau tertutup
 
PERTANYAAN UNTUK KLARIFIKASI
 
q“Dapatkah anda menggambarkan perasaan itu dengan cara
lain? Saya tidak yakin, saya menangkap betul apa yang ingin
anda sampaikan”.
q“Apa yang kamu maksud ketika kamu mengatakan bahwa orang
tuamu cuek?”
 
PERTANYAAN-PERTANYAAN TERBUKA
 
Jawaban terhadap pertanyaan terbuka terdiri lebih dari satu kata.
Pertanyaan terbuka bermanfaat pada waktu yang spesifik, yaitu:
1. Pada awal interviu
contoh:
“anda ingin bicara tentang apa?”
“ Apa yang membuat Anda akhirnya memutuskan untuk konseling?”
“ bagaimana keadaan Anda minggu ini?”
 
2. Mendorong konseli untuk melakukan elaborasi
Contoh:
“ Apa yang terjadi ketika Anda kehilangan kendali?”
“ Bagaimana menurut Anda supaya keadaan membaik?”
“ Apa yang membuat Anda menjadi bingung?”
 
3. Meminta contoh spesifik:
Contoh:
“Apa yang Anda lakukan ketika itu Terjadi?”
“ Persisnya, bagaimana perasaan Anda?”
“ Contohnya bagaimana?”
 
PERTANYAAN-PERTANYAAN TERTUTUP
 
Jawaban sempit dan spesifik. Pertanyaan yang biasa dijawab “ya” dan “tidak”
Contoh:
 
“Usia anda ketika ayah anda meninggal, apakah masih muda?”
“Apakah anda sudah pernah mendapat konseling?”
“ Apakah anda bekerja sekarang ini?”
 
Membangun rapport terjadi sepanjang konseling
 
EFEK DARI ASESMEN
 
Positif
 
Merasa dipahami
Merasa lega
Mempunyai pengharapan
Termotivasi untuk melakukan perubahan
 
Negatif
 
Merasa cemas
Seperti diinterogasi
Rentan-penuh pertanyaan tentang
konselor apakah betul-betul seseorang
yang dipercaya
Merasa dievaluasi keadaan dirinya
 
MENGEMBANGKAN SASARAN KONSELING
DAN MEMILIH STRATEGI INTERVENSI
 

 
MENGEMBANGKAN SASARAN
 
KONSELING
 
Fungsi : memberi arah pada konseling
Memudahkan evaluasi
Melihat keberhasilan atau tidaknya konseling
 
FUNGSI SASARAN KONSELING (HACNEY DAN
 
CORMIER)
 
1. Motivasional. Konseli didorong untuk menentukan sasaran yang
spesifik.
2. Edukasional. Proses belajar membuat struktur dalam hidup
3. Evaluatif
4. Asesmen untuk teknik intervensi
 
MEMUDAHKAN MEMBUAT SASARAN YANG KONGKRET, DAPAT
DILAKUKAN DENGAN MEMBUAT PETA PENETAPAN SASARAN (GOAL
 
SETTING MAP)
 
1. Pilih sasaran utama (jangka pendek atau jangka panjang)
2. Membuat subsasaran: misalnya tulis 5 langkah yang harus dilakukan untuk
mencapai sasaran
3. Tugas segera: untuk setiap sasaran, tuliskan dua tingkah laku spesifik yang
harus dilakukan agar sasaran tersebut tercapai
 
CONTOH PERTANYAAN YANG BERMANFAAT UNTUK PENETAPAN
 
SASARAN
 
“Perubahan-perubahan apa yang anda inginkan?”
“Apa yang ingin anda lakukan (pikirkan atau rasakan) yang berbeda dari
sekarang?”
“Seberapa banyak anda pikir anda dapat mengubah dunia Anda?”
“hal-hal apa saja yang perlu untuk terjadi sebelum anda bisa merasakan
kepuasan?”
“Bagaimana anda akan tahu bahwa Anda telah sukses?”
 
KETERAMPILAN DALAM PROSES PENETAPAN SASARAN
 
q Rapport
q Mendengarkan
q Bertanya
q Konfrontasi dan
q Respons “potensi kemampuan”
 
KONFRONTASI
 
qAdalah suatu respons yang memungkinkan konseli untuk
menghadapi apa yang dihindarinya, (baik pikiran, perasaan
atau tingkah laku)
qMembantu mengidentifikasi kontradiksi, rasionalisasi dari suatu
alasan, atau salah interpretasi
 
FUNGSI KONFRONTASI
 
q Membantu usaha konseli untuk lebih kongruen
q Menegakkan konselor sebagai modeluntuk komukasi langsung dan terbuka
q Merupakan respon yang berorientasi tindakan
q Bermanfaat untuk menjajaki konflik yang diasosiasikan dengan perubahan
dan penetapan sasaran
 
RESPON POTENSI KEMAMPUAN
 
Adalah respons konselor yang menunjukkan kepada konseli bahwa konseli
mampu atau mempunyai potensi untuk melakukan sesuatu bila ia menghendaki
 
MANFAAT:
 
q Memungkinkan konselor mensugesti konseli mempunyai kemampuan atau potensi
untuk melakukan suatu aktivitas yang spesifik
q Mengkomunikasikan dukungan dan keyakinan konselor kepada kemampuan
konseli untuk melakukan suatu tindakan
q Mengkomunikasikan bahwa konseli mempunyai sedikit kendali atau kekuasaan
atas lingkungannya
q Sugesti alur tindakan yang terpikirkan oleh konseli atau mungkin juga belum
q Bila konseli mengalami kesulitan untuk mengidentifikasi subsasaran atau tugas
segera
 
CONTOH...
 
Konseli:
 
“Saya ingin bisa mengatakan kepadanya perasaan saya sebenarnya,
tetapi bila saya bicara, saya pikir dia akan merasa tidak nyaman”
 
Konselor:
 
“barangkali Anda dapat menemukan cara-cara positif untuk bicara
dengannya kalau Anda memikirkannya”
 
Respon jenis ini biasanya mulai dengan “Anda dapat”, “Anda bisa”,
“Mungkin Anda”.
 
MEMILIH STRATEGI INTERVENSI
 
Memilih strategi intervensi yang tepat harus melalui proses evaluasi. Hal yang
perlu diperhatikan oleh konselor antara lain, apakah ada kecocokan antara
metode yang dipakai dengan simtom (keluhan) yang disampaikan konseli
Tidak semua konseli harus diterima oleh konselor
 


Contoh Makalah Wawancara Agama Materi Jiwa Keagamaan

Contoh Makalah Wawancara Agama Materi Jiwa Keagamaan

 

Hasil wawancara dengan narasumber Biografi Narasumber 1

Nama                           :

Tempat tanggal lahir :

Pekerjaan                     :

 

 

1.   Menurut saudara apa perbedaan sifat keagamaan pada anak dan remaja saat ini?

 

Menurut saya anak biasanya akan meniru dan melihat apa yang diajarkan orang dewasa kepadanya. Sedangkan anak remaja cendruh lebih ke pengaruh perkembangan psikis dan fisiknya.

2.   Menurut sauadara bagaimana cara untuk meningkatkan nilai2 agama pada anak dan remaja saat ini?

Untuk meningkatkan nilai agama pada anak dan remaja yaitu dengan menanamkan keteladanan dan dibina dengan baik

3.      Bagaimana pengaruh lingkungan masyarakat terhadap peningkatan aktifitas keagamaan remaja menurut saudara?

Zaman sekarang adalah zaman yang canggih semua orang dapat belajar dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat melalui internet dan lingkungan sangat berpengaruh dalam peningkatan aktifitas keagamaan remaja karena dalam dilingkungan kita bisa mendapatkan informasasi atau ilmu mengenai agama yang belum kita ketahui sehingga dapat menambah wawasan bagi kita

4.   Bagaimana peran orang tua terhadap keagamaan anak pada usia remaja menurut saudara?


 

 

 

Sebagai orang tua tentunya kita mempunyai tanggung jawab kepada anak kita. Dengan membina anak dan memberi perhatian kepadanya agar keagamaan tetap melakat pada diri anak

5.   Menurut saudara apa yang membuat jiwa keagamaan dari remaja itu berkurang ??

 

Yang paling berpengaruh ialah lingkungan dari sang remaja tersebut. Karena remaja masih sangat labih terutama di usia 15 tahunan untuk itu sebagai orang tua kita harus menunjukan pergaulan dan memberi perhatian kepada sang anak.


 

 

 

Biografi Narasumber 2

 

Nama                           :

Tempat tanggal lahir :

Pekerjaan                     :

1.   Menurut saudara apa itu ilmu jiwa agama?

 

Menurut saya ilmu jiwa agama pengaruh dari agama terhadap perilaku dan tingkah laku seseorang

2.   Apa yang harus dilakukan anak dan remaja tentang keagamaan tersebut?

 

Untuk zaman sekarang anak-anak maupun remaja sangat sulit untuk melaksanakan tambahan kegiatan dalam ibadah seperti sholat berjamaah, mengaji, dan kegiatan lainnya. Mereka harus disuruh dulu baru mengerjakannya untuk itu kita sebagai orang dewasa selalu membina anak dan remaja untuk tetap melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.

3.   Bagaimana perkembangan keagamaan pada anak dan remaja saat ini?

 

Anak nengembangangkan agama dari apa yang dia dengerkan dari orang lain , sedangkan remaja mengembangkan keagamaan dari apa yang di pelajari dan amati


 

 

 

 

 

Materi Refrensi

 

Perbedaan sifat keagamaan pada anak dan remaja

 

Sesuai dengan ciri-ciri yang mereka miliki, maka sifat agama pada anakanak berkembang mengikuti pola ideas concept on outhority. Ide keagamaan pada anak hampir sepenuhnnya authoritarius, maksudnya konsep keagaamaan pada diri mereka dipengaruhi oleh faktor dari luar diri mereka.12

Berbeda dengan perkembangan jiwa keagamaan di usia anak, perkembangan jiwa keagamaan para remaja, dipengaruhi oleh perkembangan aspek psikis dan fisiknya. Jadi, sikap keagamaan di usia remaja belum stabil kadang-kadang taat dan kadang- kadang lalai.

Dari pemikiran-pemikiran di atas, maka dapat dijadikan sebagai bahan acuan para orang tua maupun para pendidik dalam rangka membimbing serta mengarahkan jiwa keagamaan pada anak dan remaja. Baik yang berhubungan dengan materi ajaran agama yang akan disampaikan maupun metode apa yang tepat yang digunakan dalam menumbuh kembangkan jiwa agama mereka.

 

 

Meningkatkan nilai-nilai keagamaan pada anak dan remaja

 

Jalaluddin (2016:194) mengatakan bahwa “keagamaan mengandung unsur-unsur yang berkaitan dengan ke-Tuhanan atau keyakinan, tindak keagamaan, perasaanperasaan yang bersifat mistik, penyembahan kepada yang suci (ibadah) dan keyakinan terhadap nilai-nilai yang hakiki”. Menurut Abdullah Nashih Ulwan (2012:516) ada empat metode yang dapat digunakan dalam proses penanaman nilai nilai keagamaan yaitu (1) keteladanan, (2) pembiasaan, (3) nasihat, dan (4) pengawasan. Menurut Prof. Notonegoro (dalam Muin, 2013:103) menyatakan bahwa,


 

 

 

“nilai moral disebut pula nilai etika, yaitu segala sesuatu yang menyangkut perilaku terpuji dan tercela atau nilai sosial yang berkenaan dengan kabaikan dan keburukan serta bersumber dari kehendak atau kemauan.” Menurut Thomas Lickona (2013: 74) terdapat empat bentukbentuk nilai moral yang sebaiknya ditanamkan yaitu (1) kesopanan, (2) kejujuran, (3) toleransi, dan (4) tolong menolong.

Nilai-nilai keagamaan dan moral yang diperoleh remaja pada usia muda bisa menjadi pedoman tingkah laku dikemudian hari. Remaja yang putus sekolah masih berada dalam pengawasan orang tua sehingga bmbingan dan arahan dapat dilakukan. Bimbingan dan arahan ini bertujuan agar remaja dapat berperilaku sesuai dengan nilainilai yang ada dimasyarakat. Dalam penelitian ini penulis ingin melihat penanaman nilai yang dilakukan oleh orang tua kepada remaja putus sekolah terutama dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan dan nilai moral. Orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam kehidupan remaja terutama remaja yang mengalami putus sekolah.

Dalam membimbing dan mengarahkan anak atau remaja yang putus sekolah dapat dilakukan dengan membiasakan anak untuk berperilaku yang baik didalam lingkungan hidupnya.

 

 

Lingkungan masyarakat terhadap peningkatan aktifitas keagamaan remaja

 

Secara umum usia remaja dikalangan ABG adalah usia yang masih labil. Kondisi ini tentu memiliki implikasi yang sangat keras bagi lingkungan sekitarnya. Dalam hal ini lingkungan dapat memberi efek negative, namun lingkungan juga dapat memberi efek yang positif bagi tumbuh kembang kependidikan remaja jika dikaitkan dengan labilitas mereka.

Terdapat lingkungan masyarakat yang berperan besar pada pembentukan perilaku manusia. Masyarakat yang baik akan membentuk pola manusia yang baik pula. Peran


 

 

 

masyarakat sangat besar pengaruhnya karena tinggal lama di masyarakat. Oleh karena itu maka masyarakat harus mengambil bagian dari proses belajar di sekolah dan memindahkannya di masyarakat agar pendidikan tidak hanya di sekolah, dengan demikian maka prinsip long life educationakan tercipta. Hendaknya masyarakat dijadikan tempat penimbaan ilmu. Masyarakat dapat menyediakan akses pendidikan non formal seperti pesantren, kursus-kursus dan lain sebagainya yang dapat memacu dan menumbuh kembangkan potensi warganya terutama anak-anak.

Upaya pembinaan keluarga secara pribadi seperti mendisiplinkan shalat di rumah secara berjamaah dan membaca Al-Qur’an setiap habis shalat maghrib. Di samping itu secara kemasyarakatan pembinaan keagaman remaja di lakukan melalui Tahlil setiap sabtu malam dan tadarus setiap habis shalat ashar. Faktor pendukung antara lain kesadaran yang tinggi dari tokoh masyarakat dan keluarga, adanya fasilitas keagamaan, dan terdapatnya toleransi dari para pekerja seks komersial. Sedangkan factor penghambatnya adalah lingkungan yang dekat dengan lokalisasi, sikap labil para Remaja. Dalam hal ini tokoh agama bersinergi dengan para orang tua Remaja memberi motivasi bagi keterlaksanaanya kegiatan tersebut.

 

 

Peran orang tua terhadap keagamaan pada anak

 

Tugas sebagai orang tua merupakan suatu tugas yang luhur dan berat. Sebab ia tidak sekedar bertugas menyelamatkan nasib anak-anaknya dari bencana hidup di dunia. Namun jauh dari itu ia bisa memikul amanat untuk menyelamatkan mereka dari siksa neraka di akherat di mana anak merupakan amanat Tuhan bagi kedua orang tuanya. Setiap orang tua, para pendidik maupun para guru pada hakekatnya adalah mengemban amanat Allah. Karena mereka akan dimintai pertanggungan jawab oleh Allah tentang bagaimana keadaan pendidikan anak-anaknya. (Abu Tauhid, 1990:5).


 

 

 

Orang tua merupakan orang-orang pertama yang dikenal anak. Melalui orang tualah anak mendapatkan kesan-kesan pertama tentang dunia luar. Orang tua merupakan orang pertama yang membimbing tingkah laku. Terhadap tingkah laku anak mereka bereaksi dengan menerima, menyetujui, membenarkan, menolak, atau melarang dan sebagainya. Dengan pemberian nilai terhadap tingkah lakunya ini terbentuklah dalam diri anak norma-norma tentang apa yang baik dan buruk, apa yang boleh atau tidak boleh. Dengan demikian terbentuklah hati nurani anak yang mengarahkan tingkah laku selanjutnya. Kewajiban orang tua ialah mengembangkan hati nurani yang kuat dalam diri anak.

Untuk dapat mendidik dan membina anak agar bisa tumbuh menjadi anak yang baik, maka orang tua harus bisa menjalankan peranan tersebut, meskipun dalam menjalankan peranannya sebagai orang tua yang baik, tidaklah mudah, akan tetapi secara teoritis telah banyak digambarkan bagaimana seorang ayah dan ibu yang baik. Pada saat-saat tertentu, secara tidak disadari, orang tua kadang melakukan hal-hal ataupun tindakan-tindakan yang sering mengganggu citra yang ingin ditunjukkan sebagai orang tua yang baik dan bisa memahami anak

 

 

Yang membuat jiwa keagamaan remaja berkurang

 

Pada masa ini terjadi perubahan jasmani yang cepat, sehingga memungkinkan terjadinya kegoncangan emosi, kecemasan, dan kekhawatiran. Bahkan, kepercayaan agama yang telah tumbuh pada umur sebelumnya, mungkin pula mengalami kegoncangan. Kepercayaan kepada Tuhan kadang-kadang sangat kuat, akan tetapi kadang-kadang menjadi berkurang yang terlihat pada cara ibadahnya yang kadang- kadang rajin dan kadang-kadang malas. Penghayatan rohani cenderung skeptis sehingga muncul keengganan dan kemalasan untuk melakukan berbagai kegiatan ritual yang selama ini dilakukannya dengan penuh kepatuhan. Kegoncangan dalam keagamaan ini mungkin muncul, karena disebabkan oleh faktor internal maupun


 

 

 

eksternal. Faktor internal berkaitan dengan matangnya organ seks, yang mendorong remaja untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

namun di sisi lain ia tahu bahwa perbuatannya itu dilarang oleh agama. Kondisi ini menimbulkan konflik pada diri remaja. Faktor internal lainnya adalah bersifat psikologis, yaitu sikap independen, keinginan untuk bebas, tidak mau terikat oleh norma-norma/aturan keluarga (orangtua). Apabila orangtua atau guru-guru kurang memahami dan mendekatinya secara baik, bahkan dengan sikap keras, maka sikap itu akan muncul dalam bentuk tingkah laku negatif, seperti membandel, oposisi, menentang atau menyendiri, dan acuh tak acuh.

 

 

Ilmu jiwa agama

 

ilmu jiwa agama yakni ilmu yang meneliti pengaruh agama terhadap sikap dan tingkah laku seseorang atau mekanisme yang bekerja dalam diri seseorang yang menyangkut tata cara berpikir, bersikap, berkreasi dan bertingkah laku yang tidak dapat dipisahkan dari keyakinannya, karena keyakinan itu masuk dalam konstruksi kepribadiannya.

Ilmu jiwa agama yakni ilmu yang meneliti pengaruh agama terhadap sikap dan tingkah laku seseorang atau mekanisme yang bekerja dalam diri seseorang yang menyangkut tata cara berpikir, bersikap, berkreasi dan bertingkah laku yang tidak dapat dipisahkan dari keyakinannya, karena keyakinan itu masuk dalam konstruksi kepribadiannya.

Melalui ilmu jiwa dapat diketahui sifat-sifat psikologi yang dimiliki seseorang, jiwa yang bersih dari dosa dan maksiat serta dekat dengan Allah misalnya, akan melahirkan dan sikap yang tenang pula, sebaliknya jiwa yang kotor banyak berbuat kesalahan dan jauh dari Allah akan melahirkan perbuatan yang jahat, sesat dan menyesatkan orang lain.


 

 

 

Sedangkan objek pembahasan psikologi agama adalah gejala-gejala psikis manusia yang berkaitan dengan tingkah laku keagamaan, kemudian mekanisme antara psikis manusia dengan tingkah laku keagamaannya secara timbal balik dan hubungan pengaruh antara satu dengan lainnya

Agama merupakan konteks penting untuk pembangunan karena memberikan sarana sosialisasi di berbagai bidang seperti perilaku moral dan menawarkan dukungan emosional kepada individu dari buaian hingga liang kubur. Agama juga memainkan peran penting bagi kaum muda di tempat lain di dunia. Misalnya, Lippman dan Keith [ 6 ] melaporkan bahwa 82% dari 20.000 remaja dan dewasa muda dari 41 negara menunjukkan kepercayaan kepada Tuhan. Selain itu, ada banyak dukungan untuk peran protektif agama dalam kaitannya dengan berbagai aspek kesejahteraan pemuda termasuk hasil sosial (lih. [ 7 ]) dan psikologis

 

 

Perkembangan keagamaan pada anak dan remaja

 

Pada masa remaja khususnya berkaitan dengan perkembangan jiwa agama pada mereka. Banyak terjadi kegoncangan dalam jiwa remaja. Mereka terkadang mengikuti dan melakukan apa saja sesuatu yang disenangi, yang hal tersebut bertentangan dengan nilai-nilai yang ada dalam kehidupan masyarakat dan bahkan bertentangan dengan nilai-nilai agama. Remaja diartikan sebagai tahap perkembangan transisi yang membawa individu dari masa kanak-kanak ke masa dewasa.

Umur remaja adalah antara 13 sampai 21 tahun. Sedangkan mengenai perkembangan jiwa agama remaja berkisar antara umur 13 sampai 24 tahun. Ada dua faktor yang mempengaruhi perkembangan, yaitu: faktor turunan (warisan) dan faktor lingkungan. Perkembangan jiwa agama pada seseorang pada umumnya ditentukan oleh pendidikan, pengalaman dan latihan-latihan yang dilaluinya pada masa kecilnya.


 

 

 

Perkembangan jiwa agama pada masa remaja sejalan dengan perkembangan jasmani dan rohaninya.

Perkembangan agama pada remaja seiring dengan perkembangan fisik dan psiskis remaja, terdapat beberapa aspek yaitu pertumbuhan pikiran dan mental hal ini ditandai dengan adanya sifat kritis pada diri remaja terhadap ajaran agama. Perkembangan perasaan ditandai dengan perasaan sosial, etis dan estetis mendorong remaja untuk menghayati kehidupan agama yang terbiasa di lingkungannya. Pertimbangan sosial, ditandi remaja lebih memilih kehidupan dunia daripada akhirat, namun di saat tertentu remaja mencari kebahagiaan jiwa dengan menggantungkan diri kepada Tuhan. Perkembangan moral yang bertitik tolak dari usaha mencari perlindungan. Sikap dan minat remaja terhadap agama sedikit karena dipengaruhi oleh lingkungan dan zaman. Lingkungan pendidikan sangat membantu perkembangan keagamaan pada remaja, baik pendidikan informal, formal maupun non formal.


 

 

 

Daftar Pustaka

Ratnawati, Fokus : Jurnal Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan, Vol.1, No. 01, 2016 Memahami Perkembangan Jiwa Keagamaan Pada Anak Dan Remaja.

Heni Indah Wati Sitorus, Penanaman nilai-nilai keagamaan dan moral pada remaja putus sekolah oleh orang tua, Program Studi Pendidikan Sosiologi FKIP Untan Pontianak Gunawan, Ary H. (2010). Sosiologi Pendidikan: Suatu Analisis Sosiologi Tentang Pelbagai Problem Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Anggarini, Shella. 2015. Upaya Pembinaan Keagamaan Remaja di Lingkungan Mandi Uap dan Anak Kos Dusun Tegal Panas Kelurahan Jatijajar Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang. Skripsi Jurusan Pendidikan Agama Islam. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Institut AgamaIslam Negeri (IAIN). Salatiga.2015.

Mardiyah, Jurnal Kependidikan, Vol. III No. 2 November 2015, Peran orang tua dalam pendidikan agama terhadap pembentukan kepribadian anak

Fakhrul Rijal Perkembangna jiwa agama pada masa remaja, Syamsu Yusuf, Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja, Cet. V, (Bandung: RemajaRosdakarya, 2004).

Apriliana Vol 3, No 1 (2017), Hubungan tasawuf dengan ilmu jiwa agama. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Hikmah Medan.

Volume 2013 | Heidi E. Stolz, 1 Joseph A. Olsen , 2 Teri M. Henke , 3 dan Brian

K. Barber 1 Akademik: Priscilla K. Coleman Religiusitas Remaja dan Fungsi Psikososial: Menggali Peran Tradisi Religius, Suku Bangsa-Bangsa, dan Gender

Muhammad Ichsan Thaib Substantia, Volume 17 Nomor 2, Oktober 2015 , M.Ag.co, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Perkembangan jiwa agama pada masa Al- Murahiqah

Khadijah Khadijah Vol 6, No 1 (2020) Perkembangan jiwa keagamaan pada remaja

 

ANDREE TIONO KURNIAWAN, Vol. I Edisi 1 Januari 2015 Perkembangan jiwa agama pada anak